MTs FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN

Beranda » EMIS » E M I S

E M I S


EMIS merupakan suatu sistem manajemen pendukung yang berfungsi untuk menyediakan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu untuk digunakan sebagai dasar pengambilan kebijakan, perencanaan dan penyusunan anggaran pendidikan. Tanpa dukungan data dan informasi yang akurat dan tepat waktu, niscaya perencanaan pendidikan, khususnya yang dikelola oleh Departemen Agama, menjadi tidak efektif dan dapat mengakibatkan kesia-siaan dan pemborosan waktu, usaha dan sumber daya. Pengelolaan sistem manajemen data pendidikan cukup mengalami banyak kesulitan dan kendala dikarenakan letak geografis lembaga pendidikan Agama dan Keagamaan yang berjauhan dan beragamnya jenis lembaga pendidikan Agama dan Keagamaan yang diselenggarakan di jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Islam.

Perancangan dan pengembangan Education Management Information Sistem (EMIS) di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam diawali dengan adanya sebuah proyek pinjaman luar negeri dari Asian Development Bank (ADB), yaitu proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Lanjutan Pertama atau Junior Secondary Education Project (JSEP) – ADB Loan No. 1194-INO, tahun 1994-1998. Perancangan sistem informasi ini dilakukan secara seksama dan disesuaikan dengan kebutuhan dari Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam (sekarang Direktorat Pendidikan Madrasah ) akan data dan informasi yang komprehensif tentang dunia pendidikan khususnya pendidikan madrasah sehingga dapat mendukung perannya sebagai pengelola pendidikan madrasah yang sejajar dengan sekolah di Departemen Pendidikan Nasional.

Setelah proyek JSEP berakhir pada tahun 1998, EMIS ini kemudian dilanjutkan oleh dua buah proyek ADB lainnya, yaitu Proyek Peningkatan Mutu Pendidikan Dasar atau Basic Education Project (BEP) – ADB Loan No. 1442-INO dan Proyek Pengembangan Madrasah Aliyah atau The Development of Madrasah Aliyah Project (DMAP) – ADB Loan No. 1519-INO. Pada awal perkembangannya hingga tahun 2000, sumber pendanaan EMIS berasal dari dana pinjaman ADB melalui proyek-proyek JSEP, BEP dan DMAP tersebut. Akan tetapi memasuki Tahun Anggaran 2001, seluruh kegiatan EMIS telah dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah Republik Indonesia melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sampai sekarang.

Dalam perjalanannya mengelola pendataan banyak dinamika terkait dengan perubahan struktur organisasi dan kebijakan dari pimpinan di Direktorat Jenderal. Namun kesemuanya bertujuan untuk meningkatkan pendataan yang ada.

Pada awal proses pengembangan EMIS di Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam (tahun 1998-2002), secara struktural EMIS ditempatkan di bawah Sub Bagian Statistik dan Pelaporan pada Bagian Tata Usaha (TU) Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam. Hal ini disebabkan karena sub bagian ini dinilai memiliki tugas yang hampir serupa dengan EMIS, yakni mengumpulkan data dan statistik, mengolah data, serta menyusun laporan. Sub unit kerja ini bertugas dan bertanggungjawab untuk menangani kegiatan EMIS dengan dibantu oleh konsultan yang berperan sebagai pembimbing dan diharapkan dapat menularkan kemampuan dan pengetahuan teknologi mereka kepada para pejabat dan seluruh jajaran Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam sehingga kelangsungan EMIS dapat terus dipertahankan.

Seiring dengan dikeluarkannya Keputusan Menteri Agama No. 1 Tahun 2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Agama menyebabkan terjadinya perubahan struktur organisasi di lingkungan Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam. Dengan adanya perubahan struktur organisasi tersebut, berakibat pula pada berpindahnya kedudukan EMIS secara struktural dari Bagian TU Direktorat Pembinaan Perguruan Agama Islam ke Bagian Data dan Informasi Pendidikan, sebuah unit kerja yang baru terbentuk di bawah Sekretariat Direktorat Jenderal Kelembagaan Agama Islam dan mulai efektif pada tahun 2002.

Namun dengan diterbitkannya Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 2006 tentang Organisasi dan tata Kerja Departemen Agama, tugas dan fungsi pendataan dilaksanakan oleh Sekretariat Direktorat Jenderal Pendidikan Islam khususnya Bagian Perencanaan dan Data, sesuai Pasal 160 PMA Nomor 3 Tahun 2006 bahwa Tugas Bagian Perencanaan dan Data adalah : “melaksanakan penyusunan rencana dan program, pelayanan data dan informasi serta penyusunan laporan dan evaluasi program berdasarkan sasaran, program dan kegiatan yang ditetapkan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal.”

Tujuan utama dari pembentukan bagian Data dan Informasi Pendidikan ini adalah untuk memperluas cakupan dan sasaran pendataan EMIS. Pada awal perkembangannya, EMIS memang hanya bertugas dalam pengumpulan dan pengelolaan data madrasah, mulai dari tingkat Ibtidaiyah sampai dengan Aliyah. Akan tetapi untuk memperkuat pendataan di Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, EMIS juga diberi tambahan tanggung jawab yakni untuk mengumpulkan dan mengolah data Pondok Pesantren, Madrasah Diniyah, TPQ/TKQ, Majelis Taklim, Raudhatul Athfal/ Bustanul Athfal (RA/BA), MI, MTs, MA, Pengawas Madrasah, Pengawas Guru Agama Islam pada Sekolah, Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) pada Sekolah Umum, serta Pendidikan Tinggi Agama Islam (UIN/IAIN/STAIN).

Keterlibatan dan partisipasi aktif dari seluruh lembaga pendidikan Agama dan Keagamaan sebagai sumber data dan informasi pendidikan, dirasakan sangat penting dalam menunjang keberhasilan EMIS selama ini. Sejumlah instrumen statistik yang berisi data tentang jumlah siswa, tenaga pengajar serta data-data lain yang sesuai dengan kebutuhan, dikumpulkan dan kemudian diolah hingga menjadi informasi yang bermanfaat sebagai dasar acuan dalam perumusan kebijakan dan pengambilan keputusan. Kesadaran akan pentingnya data dan informasi pendidikan di kalangan para pengelola madrasah dan pondok pesantren sebagai sumber data EMIS harus terus ditingkatkan sehingga mereka secara konsisten dapat memberikan data-data tentang lembaga mereka dengan akurat dan tepat waktu.

Secara garis besar, rangkaian pekerjaan EMIS dalam tahap pengolahan dan analisis data adalah sebagai berikut:

  1. Sortir instrumen, yaitu kegiatan untuk menyeleksi dan menghitung instrumen-instrumen yang masuk agar tidak terjadi duplikasi (kadang-kadang satu madrasah atau pondok pesantren mengirimkan dua buah instrumen yang sama).
  2. Input data, yaitu kegiatan untuk merekam data-data yang terdapat pada instrumen statistik ke dalam komputer agar tersimpan di dalam database melalui perantara software pengolah data yang telah dipersiapkan sebelumnya.
  3. Validasi data, yaitu kegiatan untuk memeriksa ulang data-data yang telah terekam dan tersimpan di dalam database sehingga dapat mengurangi tingkat kesalahan pada saat disajikan.
  4. Merancang format tabel statistik dan grafik, yaitu kegiatan untuk merancang tampilan informasi yang akan disajikan ke dalam bentuk tabel dan grafik, yang disesuaikan dengan kebutuhan para pengguna.
  5. Intrepretasi, yaitu kegiatan untuk menerjemahkan setiap informasi yang terkandung di dalam tabel dan grafik ke dalam bentuk yang lebih mudah untuk dipahami oleh para pengguna secara luas. Informasi-informasi yang dihasilkan tersebut, selanjutnya ditelaah, dipelajari dan kemudian dituangkan ke dalam bentuk narasi yang dapat menjelaskan segala sesuatu yang direfleksikan oleh informasi tersebut disertai dengan implikasinya.

Adapun jenis indikator (statistik) pendidikan yang sering digunakan dalam analisis data EMIS adalah sebagai berikut:

  1. Rasio Jumlah Murid Kasar (Gross Enrolment Ratio), yaitu prosentase jumlah murid pada suatu jenjang pendidikan (tanpa memperhatikan usia) terhadap jumlah penduduk usia sekolah untuk jenjang pendidikan tersebut menurut peraturan nasional. Indikator ini untuk mengukur kapasitas sekolah pada suatu wilayah.
  2. Angka Partisipasi (Participation Rate) atau Rasio Jumlah Murid Bersih (Net Enrolment Ratio), yaitu prosentase jumlah murid yang berusia sekolah terhadap jumlah penduduk pada selang usia yang sama.
  3. Angka Penyerapan Kasar (Gross Intake Rate), yaitu prosentase jumlah murid baru di kelas satu (tanpa memperhatikan usia) terhadap jumlah penduduk yang berada pada usia masuk sekolah.
  4. Angka Penyerapan Bersih (Net Intake Rate), yaitu prosentase jumlah murid baru di kelas satu yang berada pada usia masuk sekolah terhadap jumlah penduduk yang berada pada usia masuk sekolah.
  5. Angka Daya Tahan Cohort (Cohort Survival Rate), yaitu proporsi jumlah murid pada kelas atau tahun permulaan (awal masuk) yang berhasil mencapai kelas atau tahun terakhir dari jenjang pendidikan yang diikuti.
  6. Angka Penyelesaian (Completion Rate), yaitu proporsi jumlah murid pada kelas atau tahun permulaan (awal masuk) yang berhasil menyelesaikan satu putaran jenjang pendidikan yang diikuti.
  7. Angka Kelulusan (Graduation Rate), yaitu proporsi jumlah murid yang berhasil menyelesaikan kelas tiga pada suatu tahun ajaran tertentu terhadap jumlah murid kelas tiga pada tahun ajaran tersebut.
  8. Angka Transisi (Transition Rate), yaitu prosentase murid yang lulus dari satu jenjang pendidikan dan melanjutkan ke jenjang berikutnya yang lebih tinggi.
  9. Angka Pengulang (Repetition Rate), yaitu proporsi murid yang belajar pada kelas yang sama lebih dari satu kali (mengulang) terhadap jumlah murid yang belajar di kelas tersebut pada tahun sebelumnya.
  10. Angka Putus Sekolah (Dropout Rate), yaitu proporsi murid yang keluar pada saat tahun ajaran sedang berlangsung serta murid yang berhasil menyelesaikan kelas tetapi gagal melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi pada tahun ajaran berikutnya terhadap jumlah murid yang belajar pada tahun ajaran sebelumnya. Perhitungan harus dilakukan untuk setiap kelas kecuali untuk kelas satu.
  11. Rasio Murid-Guru (Teacher-Pupil Ratio), yaitu rasio antara jumlah murid pada satu jenjang pendidikan dan tahun ajaran tertentu terhadap jumlah guru pada jenjang dan tahun ajaran yang sama.

EMIS Pendis


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: