MTs FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN

Beranda » Informasi » Gaji Guru Honorer di Bawah UMK

Gaji Guru Honorer di Bawah UMK


Ribuan guru swasta dan honorer di Jawa Tengah masih mendapat gaji di bawah upah minimum kota/ kabupaten  (UMK). Persatuan Guru Seluruh Indonesia (PGSI) meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan guru dengan memberi gaji di atas UMK.

PGSI juga menuntut pemberian beasiswa pendidikan untuk guru guna mengejar target sertifikasi profesi. Ketua PGSI Jateng Muh Zen Adv mengatakan, kebanyakan guru swasta dan honorer yang mendapatkan gaji jauh di bawah UMK mengabdi di sekolah pinggiran.

“Banyak yang hanya digaji seratusan ribu. Ingat, mereka sudah puluhan tahun membantu pemerintah mencerdaskan anak bangsa, dan mereka juga dilindungi undang-undang,” katanya, kemarin.

Menurut dia, untuk mewujudkan hal itu harus ada pembagian antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota serta pihak sekolah yang mengeluarkan gaji. Dengan kerja sama itu, penetapan gaji setara atau bahkan di atas UMK bukanlah hal yang sulit.

Selain itu, memperingati Hari Guru Nasional 25 November, PGSI juga mendesak pemerintah lebih serius meningkatkan pemenuhan standar kualifikasi guru D4/S1. Pasalnya, dari sekitar 421 ribu guru di Jateng, 63 persen di antaranya belum berkualifikasi sarjana ataupun D-4 sebagaimana diatur dalam UU No 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

PGSI juga meminta pemerintah memberi kesempatan seluas-seluasnya kepada guru untuk melanjutkan pendidikan  serta memfasilitasinya dengan menyiapkan beasiswa bagi mereka yang belum S-1/D-4. Persoalan itu tak bisa dibiarkan berlarut-larut, karena pada 2015 ditargetkan semua guru harus mempunyai sertifikat pendidik.

“Jika tidak, dikhawatirkan status ribuan guru, khususnya swasta, terancam gugur,” tegasnya.

Di samping itu PGSI berharap agar kesempatan untuk mendapat peluang peningkatan kapasitas guru dilaksanakan secara lebih merata, adil, dan profesional. Itu meliputi kesempatan mengikuti diklat capacity building ataupun memperoleh sertifikasi.

Hal ini mengingat rata-rata di setiap kabupaten/kota, kuota untuk guru swasta  masih dibawah 15 persen, jauh di bawah rata-rata guru negeri yang mencapai 50 persen.

Sumber; SM Cetak


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: