MTs FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN

Beranda » YPPF » Pondok Pesantren

Pondok Pesantren

PPF

Definisi yang sederhana tentang pondok pesantren Futuhiyyah secara umum dapat diartikan sebagai suatu kelembagaan di dalam dunia pendidikan Islam yang sekaligus merupakan kelembagaan didalam bidang kebangsaan yang diselenggarakan oleh para Ulama maupun kiai sebagai pengasuh serta pemimpinnya. Selain itu pondok pesantren yang rata-rata ada di tanan Jawa ini juga merupakan side-efect atas manifestasi  (pengejawantahan) dari adanya bentuk multi-system tentang budaya Islam yang memang sudah ada sejak zaman Rasulullah s.a.w, dengan suatu bukti munculnya Darul-Arqom yang berada di Mekkah Al-Mukaromah dan adanya pondok Shuffah yang berada di Madinatul-Munawaroh.

Kemudian, di tanah jawa dengan munculnya sejarah Ratu Shima Kalingga di Desa Keling Jepara, Jawa tengah, yang mana dengan adanya berkah dari suatu surat yang beresensikan dakwahnya Sayyidina Umar r.a, Ratu Shima pada akhirnya masuk islam dan diikuti pula oleh bukti nyata tentang berlakunya hukum potong tangan bagi seorang pencuri. Hadirnya Syeikh Rohmatullah yang makamnya berada digarut, semula beliau masuk islam serta menjadi murid Sayyidina Ali bin Abi Thalib r.a, dan di dalam tablighnya beliau harus mempertahankan diri dari serangan ayahnya sendiri, yaitu Raja Pajajaran di Jawa Barat, karena adanya perbedaan prinsip. Tidak lama kemudian disusul pula dengan munculnya Syeikh Subakir beserta para shohabatnya sebagai duta dari Bani Umayah pada periode akhir atau masa Bani Abbasiyah pada periode awal.

Sedangkan wajah lain sebagai latar belakang pendirian pondok pesantren adalah dengan hadirnya Kerajaan Majapahit. Disini yang sangat berperan adalah Syeikh Al-Jaly A-Khowaji Al-Baghdadi Al-Jawi dari Bani Abbasiyah Baghdadi sebagai keturunan Sayyidina Abbas r.a, paman dari Rasulullah s.a.w yang kemudian beliau lebih dikenal dengan sebutan Ronggolawe dan sekaligus sebagai salah satu pendiri Majapahit dengan jabatan adipati Tuban yang pertama. Kemudian, Adipati Tuban ini beserta keturunannya hingga kanjeng Sunan Kalijaga Kadilangu telah banyak memuslimkan orang-orang jawa dalam periode pemerintahan Majapahit sampai dengan munculnya Kerajaan Islam Dermak Bintara, yang nama sultan Fatah, putera Prabu Brawijaya kelima dengan isteri Syarifah Champa binti syyid Zainul;Alam Al-Bulkiyah menantu Raja Kuntara Champa yang masuk islam pada tahun 1300 saka atau tahun 1378 Masehi. Sebagai Raja yang pertama.

Keberhasilan dalam bidang dakwah atau perjuangan Islam yang ada di Indonesia, sesungguhnya tidak bisa terpisahkan dengan keberadaan pondok-pondok pesantren pada saat itu, misal hadirnya pondok pesantren yang diasuh oleh Maulana Maghribi maupun para wali sembilan dan Sultan Fatah beserta generasi penerusnya. Bagai pepohonan yang telah melebar tangkai-tangkainya dengan dilekati ribuan dedaunan, yang pada akhirnya bisa memberikan pengayoman para alim-ulama sebagai pewaris nabi, yang telah berjuang dengan susah payahuntuk mewujudkan realita pondok pesantren beserta fungsionalnya. Sebagai ketaatan seorang hamba terhadap perintah Allah s.w.t dan RasulNya. Disela-sela keterbatasan fungsional pondok pesantren, secara praktisinya oleh para alim-ulama tetap difungsionalkan dalam kapasitas maksimal, yang diantaranya:


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: